Skip to main content

Bahasa Perancis: KATA BENDA « MASCULIN et FÉMININ #2»



Seperti yang sudah dipelajari sebelumnya, dalam bahasa Perancis ada 2 gender atau jenis kelamin kata benda, yaitu maskulin dan feminim. Namun, ada beberapa kata benda yang memiliki 2 gender sekaligus, yangmana di setiap gendernya memiliki arti atau makna tersendiri.
Okay, daripada bingung, seyugianya kita perhatikan kata-kata bahasa Perancis berikut :
MASCULIN
Cara baca [?]
makna
FÉMININ
Cara baca [?]
makna
L’aide
/ledd/
pembantu
L’aide
/ledd/
Bantuan
Le critique
/leu kritikeu/
Kritikus
La critique
/la kritikeu/
Kritik; kecaman
Le guide
/leu gidd/
Pemandu; guide
La guide
/la gidd/
Tali kendali (kuda)
Le livre
/leu livreu/
Buku
La livre
/la livreu/
Pon
Le manche
/leu mangsh/
Pegangan; gagang
La manche
/la mangsh/
Lengan baju
Le mode
/leu modd/
Tata cara; metode
La mode
/la modd/
Mode fesyen/busana
L’office
/loffis/
Kantor; tugas
L’office
/loffis/
Pantri; gudang
Le page
/leu pajz/
Pelayan
La page
/la pajz/
Halaman (buku)
Le pendule
/leu pongdul/
Bandul
La pendule
/la pongdul/
Jam
Le poêle
/leu poel/
Kompor; pemanas
La poêle
/la poel/
Panci goreng
Le poste
/leu posteu/
Pekerjaan
La poste
/la posteu/
Kantor pos
Le somme
/leu somm/
Tidur
La somme
/la somm/
Jumlah
Le tour
/leu tur/
Keliling
La tour
/la tur/
Menara
Le vase
/leu vas/
Vas bunga
La vase
/la vas/
Lumpur
Le voile
/leu voa/
Cadar; kerudung
La voile
/la voa/
layar

Contoh kalimat :
1.       Le critique fait la critique du roman.
Kritikus mengkritik sebuah novel.
2.       La manche de cette robe est dechirée. Le manche de cette poêle est cassé.
Lengan baju gaun ini robek. Gagang panci ini patah.

Comments

Popular posts from this blog

Persamaan Bahasa Indonesia, Banjar, dan Tagalog (Filipino) #1

Bahasa Banjar merupakan bahasa yang dipertuturkan di sebagian besar wilayah kalimantan, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Bahasa Tagalog merupakan bahasa ibu dari seperempat penduduk Filipina dan bentuk standarnya disebut bahasa Filipino. Walau kedua bahasa ini terpisah oleh perbedaan jarak, namun keduanya memiliki kesamaan yang cukup menarik perhatian. Hal ini wajar mengingat keduanya masih tergolong sebagai rumpun bahasa Malayo-Polinesia, sama halnya dengan kebanyakan bahasa lan di nusantara, seperti bahasa Melayu, Minangkabau, Jawa, dan Sunda. Berikut merupakan kosakata dalam bahasa Banjar dan Filipino yang berkognasi (berasal dari akar yang sama).

Bahasa Perancis: PANDUAN PENGUCAPAN DALAM BLOG INI

-           /eu/ dibaca seperti “e” dalam kata l e lah -           /ng/ dibaca tidak terlalu tampak seperti dalam bahasa Indonesia. Dibacanya pakai suara hidung (sengau). -           /sh/ dibaca seperti “sy” dalam kata sy ariah -           /e/ dibaca seperti “e” dalam kata e mb e r -            /r/ dibaca tidak terlalu tampak. Mirip seperti “kh” dalam kata khasiat atau nama Akhmad. -           /jz/ dibaca seperti “j”, tapi ketika mengucapkannya lidah dilengkungkan ke langit-langit mulut, sehingga terdengar lebih ‘tebal’. Selain itu sama saja seperti dalam bahasa Indonesia.

Bahasa Inggris : CONDITIONAL SENTENCES (IF CLAUSE)

MAU PENGHASILAN ONLINE? KLIK Pasti kalian pernah mendengar lagu  Hoobastank  berjudul  If I were You. Mungkin bagi kalian bingung dengan judul lagu tersebut. Bukannya “I” seharusnya diikuti oleh tobe “am” atau “was”, bukannya “were”. Lalu, mungkin sebagian dari sekalian tak menghiraukan itu, atau menganggap itu hanyalah kalimat bahasa Inggris tak baku. Jika kalian berfikir begitu, maka kalian akan salah total.                 Sebenarnya judul lagu tersebut menggunakan struktur kalimat “CONDITIONAL SENTENCE”. Apa itu ? Conditional Sentence dalam bahasa Indonesia berarti KALIMAT PENGANDAIAN. Kalau dalam bahasa Indonesia, struktur kalimat pengandaian tidak bisa dibedakan dengan kalimat biasa, kecuali ada kata seandainya, andai, jika, kalau, dll. Namun dalam bahasa Inggris sedikit ribet kalau membahas mengenai Kalimat Pengandaian. image source: http://passionforwriting.siterubix.c...